Langsung ke konten utama

Sarapan Sehat Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas!

Sarapan. Sebuah kata yang sudah tidak asing di telinga kita. Dalam bahasa inggris yaitu “breakfast” yang artinya mengakhiri puasa. Ini maksudnya, setelah kita tidak makan selama tidur (puasa) maka harus segera diakhiri ketika pagi hari tiba.
Sebuah kegiatan, yaitu makan di pagi hari sebelum memulai aktivitas yang di lakukan secara rutin, ternyata memiliki segudang manfaat yang pastinya dapat berkontribusi dalam mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas.
Bagaimana bisa sarapan sehat dapat mewujudkan Generasi yang sehat dan cerdas?
Tentu saja bisa. Tubuh kita dalam menjalankan fungsinya membutuhkan bahan bakar yaitu berupa kalori. Kalori di dapatkan dari proses penyerapan zat-zat gizi dari makanan yang kita konsumsi. Semakin beragam makanan sehat yang di konsumsi, maka akan semakin memberikan efek positif bagi tubuh kita. Ingat ini bukan lagi zamannya 4 sehat 5 sempurna, melainkan Gizi Seimbang. Tidak ada satu jenispun makanan yang “sempurna” (mengandung semua zat gizi). Pemenuhan berbagai Zat Gizi bagi tubuh diperoleh melalui konsumsi makanan yang beragam.
Di pagi hari, sangat dianjurkan bagi kita semua untuk sarapan sehat. Sarapan sehat yaitu sarapan dengan komposisi makanan yang komplit (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air) yang dilakukan sebelum memulai aktivitas kita, seperti bekerja, kuliah, maupun sekolah.
Lantas, dimana hubungannya sarapan sehat dengan generasi sehat dan cerdas?
Jika diatas telah dijelaskan bahwa tubuh membutuhkan kalori sebagai bahan bakar untuk menjalankan fungsinya, maka otak membutuhkan glukosa untuk dapat bekerja dengan baik dan optimal. Suplai glukosa ke otak di pagi hari akan sangat penting untuk meningkatkan konsentrasi, sehingga otak dapat bekerja dengan maksimal untuk berfikir. Ketika otak bekerja secara maksimal dan mampu berkonsentrasi dengan baik, dan ini berlangsung rutin setiap hari tentunya hal ini akan meningkatkan kecerdasan. Sebaliknya, apabila suplai glukosa ke otak tidak terpenuhi, maka otak akan sulit menjalankan tugasnya dengan baik. Otak akan sulit berkonsentrasi, dan yang timbul malah perasaan mengantuk. Jika ini berlangsung terus-menerus, malah akan menyebabkan generasi menjadi bodoh, bukan?
Kita ambil contoh Anak sekolah, ketika mereka terbiasa sarapan sehat sebelum berangkat, maka konsentrasinya akan penuh saat menigkuti proses belajar disekolah. Mereka dapat dengan mudah memahami apa yang diajarkan oleh gurunya. Mereka juga tidak akan merasa mengantuk ketika gurunya menjelaskan pelajaran. Bisa dibayangkan, apa yang akan terjadi pada anak sekolah ini jika kondisi ini berlangsung terus-menerus? Ya. Mereka akan tumbuh menjadi generasi sehat yang cerdas, yang mampu membawa bangsa kita menjadi jauh lebih baik dihari mendatang.
Hal yang sama juga berlaku bagi para pekerja. Ketika para pekerja terbiasa sarapan sehat sebelum mereka berangkat, konsentrasi mereka juga akan sangat baik ketika menyelesaikan pekerjaan mereka. Saat semua pekerjaan dapat dilakukan dengan baik, tepat waktu, dan mencapai target yang ditentukan, maka produktivitas kerja mereka akan sangat baik. Ketika produktivitas kerja sangat baik, bukan hal yang tidak mungkin mereka dapat dengan mudah bisa naik jabatan, mendapat bonus dari bos, dan bahkan kenaikan gaji.
Masih, belum yakin dengan keluarbiasaan sarapan?
Ayo buktikan sendiri! Jadilah generasi yang membudayakan sarapan sehat setiap pagi, Lalu buktikan dan nikmatilah manfaatnya!
Jika bukan anda, siapa lagi?
Jika bukan sekarang, kapan lagi?
Mari bersama-sama kita ikut berkontirbusi memperbaiki kualitas negeri ini, dimulai dari perbaikan kualitas diri kita sendiri lewat membangun kebiasaan sarapan sehat. Saya, anda, dan kalian, kita semua adalah calon generasi sehat dan cerdas jika kita mulai membudayakan sarapan sehat setiap pagi!
Salam Gizi!

Salam Sehat Indonesia! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Behind The Scene SGN14 eps. "direndahkan yang (katanya) Tinggi"

Rintihan hujan pagi tadi, berakhir dengan rintihan airmataku disela doa sehabis sholat di penghujung senja hari ini.. PERIH, aku tak tau apakah kata itu cukup, untuk menderskirpsikan perasaan seorang mahasiswa semester 4 yang mentalnya masih lembek seperti aku. Sore tadi, tepat pukul 17:45 WIB, tanganku gemetar memegang Handphon e , bertanya jawab dengan seorang yang cukup hebat dan tinggi jabatannya di ujung telepon. Siapalah aku dimatanya.. hanya seorang bocah, yang belum mengerti apa-apa tentang hidup, apal a gi pengalaman untuk event besar seperti ini. Ku genggam erat handphoneku, untuk mengurangi getaran dari gemetar sekujur tubuhku, suara yang awalnya ku setel ramah serta ceria, lama kelamaan melemah, bergetar, dan mulai kelu. “iya..iya pak..iya” hanya itu yang terlontar. Aku, yang mendapat amanah mengetuai teman-temanku.. cukup terinjak dengan pembicaraan seseorang tersebut. Sekali lagi ku tegaskan, siapalah aku ini dibanding Engkau Tuan. Aku tahu, dimatamu kami ini...
Pendahuluan CACINGAN merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara tropis, termasuk Indonesia . Penyakit ini juga paling rentan dialami anak usia Sekolah Dasar (SD). Penyakit cacingan  merupakan salah satu penyakit yang hampir di derita oleh 80% penduduk Indonesia. Karenanya, penyebaran informasi mengenai cara pencegahannya sangat perlu dilakukan. Adapun cacingan terdiri dari beragam jenis cacing, di antaranya cacing usus yang banyak ditemukan adalah cacing gelang ( Ascaris lumbricoides ), cacing cambuk ( Trichuris trichiura ), dan cacing tambang ( Necator Americanus dan Ancylostoma duodenale ). Karena anak-anak SD sering bermain di tanah, maka cacingan banyak terdapat pada murid SD. Hasil survei pada 2003 terhadap 40 SD di 10 provinsi menunjukkan prevelensi cacingan berkisar antara 2,2 persen-96,3 persen. Artinya, masih ada area yang memiliki prevelansi cacingan cukup tinggi dan ini merupakan masalah yang serius . Cacingan menyebabkan anak kurang gizi, anemia , da...